Logo Desa

Desa Bringin

Kabupaten Grobogan
Provinsi Jawa Tengah

Loading

Desa Bringin

Cuti Bersama

Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat Datang di Website Resmi Desa Bringin Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Layanan Masyarakat dibuka mulai Hari Senin-Kamis Pukul 08.00-16.00 dan Hari Jum'at Pukul 08.00-12.00 Desa Bringin

Berita Desa

Komentar Terbaru

Kategori

📜 Kerangka Sejarah Desa Bringin, Godong

Sejarah Desa Bringin, seperti desa-desa tua lainnya di Grobogan, kemungkinan besar berakar dari dua periode penting: Masa Mataram Kuno/Islam dan Masa Kolonial Belanda.

1. Asal-Usul Nama (Mitos/Legenda Lokal)

Secara umum, nama-nama desa di Jawa sering diambil dari flora, fauna, atau peristiwa penting:

  • Pohon Beringin (Bringin): Nama Bringin hampir pasti berasal dari nama pohon Beringin (Ficus benghalensis).

    • Simbolisme: Dalam budaya Jawa, pohon Beringin adalah lambang pengayoman, kebesaran, dan persatuan. Pohon ini biasanya ditanam di alun-alun atau pusat desa sebagai penanda pentingnya wilayah tersebut.

    • Legenda/Cerita Rakyat: Desa ini  didirikan di lokasi di mana terdapat pohon beringin yang sangat besar, atau pohon beringin tersebut menjadi tempat berteduh seseorang santri sunan kalijaga dan membuat tempat tinggal atau mondok maka dari itu hingga sampai saat ini tempat tersebut dikenal dengan nama Mondokan yang terletak di sebelah utara Desa Bringin, Pohon ini kemudian dijadikan nama sekaligus simbol harapan agar desa tersebut menjadi tempat yang aman dan sentosa (mengayomi).

    • Tradisi Rakyat : Hingga saat ini apabila ada warga masyarakat Desa Bringin yang akan mempunyai hajat (Nduwe gawe) Masih Kerap berkunjung ke Mondokan tersebut dengan memohon doa kepada Allah SWT membawa sesaji berharap acara hajatan tersebut dapat berjalan lancar dan tidak ada halangan suatu apapun dan pada saat acara apitan/Sedekah bumi pada umumnya Pemerintah Desa Bringin menyelenggarakan hiburan rakya berupa tayub/ledekan bukan hanya warga masyarakat yang menikmati hiburan tersebut akan tetapi sebagai rasa hormat kepada leluhur yang babat alas bumi desa bringin.

2. Masa Mataram dan Majapahit

  • Konteks Grobogan: Wilayah Grobogan (termasuk Godong) sudah dikenal sejak era Kerajaan Mataram Kuno (dikenal sebagai Medhang Kamulan atau Sumedang Purwocarito) dan juga pada masa Majapahit.

  • Peran Godong: Kecamatan Godong sendiri dikenal pada zaman Majapahit sebagai daerah penghasil kayu dan dedaunan (godong dalam bahasa Jawa) yang digunakan sebagai pembungkus dan keperluan lainnya.

  • Implikasi ke Bringin: Desa Bringin, yang merupakan bagian dari Godong, kemungkinan telah menjadi pemukiman agraris yang berfungsi sebagai penyuplai hasil bumi (padi dan hasil hutan) untuk pusat-pusat kerajaan di sekitarnya.

3. Masa Pemerintahan Kolonial Belanda

  • Sistem Pemerintahan Desa: Pada masa kolonial, struktur pemerintahan desa mulai dibakukan. Jabatan Kepala Desa/Lurah ditetapkan sebagai perwakilan administrasi kolonial di tingkat paling bawah.

  • Sektor Pertanian: Grobogan dikenal sebagai lumbung pangan. Pada masa ini, wilayah Godong, termasuk Desa Bringin, difokuskan untuk memproduksi hasil pertanian (padi dan palawija) untuk kebutuhan kolonial.

  • Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur pengairan, seperti saluran irigasi dari Bendung Klambu (yang dekat dengan Godong), mulai dikembangkan untuk mendukung produktivitas sawah di Bringin.

4. Masa Kemerdekaan dan Pembentukan Administrasi Modern

  • Pembentukan Wilayah: Setelah kemerdekaan, Desa Bringin secara resmi ditetapkan sebagai salah satu desa di bawah administrasi Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

  • Pembangunan Desa: Perkembangan desa modern ditandai dengan pembangunan infrastruktur, seperti balai desa, jalan desa, dan sekolah.

  • Daftar Kepala Desa (Penting untuk Sejarah Detail): Catatan paling lengkap tentang sejarah desa biasanya tersimpan di Balai Desa dan mencakup daftar urutan Kepala Desa (Lurah/Kades) yang pernah memimpin sejak awal pembentukan hingga saat ini.

Beri Komentar

Desa

1,011

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI 1,011 penduduk

1,007

PEREMPUAN

PEREMPUAN 1,007 penduduk

2,018

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

2,018

TOTAL

TOTAL 2,018 penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

JUMIYEM

Sekretaris

DARIMAN

Kaur Tata Usaha - Umum

IMAM MUSTOFA

Kaur Keuangan

RINI SARAH

Kaur Perencanaan

FIKO ARIS FEBRIANTO

Kasi Pemerintahan

RAHMAWATI PURWANINGRUM

Kasi Kesejahteraan

MUHAMAD UMAR

Kasi Pelayanan

SUNARNO

Kadus

SUJADI

Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 31
Kemarin : 27
Total Pengunjung : 3.851
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.107
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v110.03
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 31
Kemarin : 27
Total Pengunjung : 3.851
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.107
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v110.03

Transparansi Anggaran

APBD 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Rp. 5.600.000.000,00 Rp. 7.000.000.000,00

80%

Belanja

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.020.900.000,00 Rp. 1.122.800.000,00

91%

APBD 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 5.600.000.000,00 Rp. 7.000.000.000,00

80%

APBD 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 978.000.000,00 Rp. 1.076.000.000,00

91%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 42.900.000,00 Rp. 46.800.000,00

92%
Pemerintah Desa

JUMIYEM

Kepala Desa

DARIMAN

Sekretaris

IMAM MUSTOFA

Kaur Tata Usaha - Umum

RINI SARAH

Kaur Keuangan

FIKO ARIS FEBRIANTO

Kaur Perencanaan

RAHMAWATI PURWANINGRUM

Kasi Pemerintahan

MUHAMAD UMAR

Kasi Kesejahteraan

SUNARNO

Kasi Pelayanan

SUJADI

Kadus